Transformasi Ram: Peningkatan dan Tantangan

image
Transformasi Ram: Peningkatan dan Tantangan - Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi
03/06/2025motortrend
Halo pembaca yang budiman! Mari kita bahas perjalanan menarik dari merek Ram yang sedang bertransformasi. Setelah setahun meninggalkan dunia otomotif, Tim Kuniskis, mantan CEO Ram, kembali pada bulan Desember untuk memperkuat kondisi merek ini. Hal ini terjadi setelah pengunduran diri mantan CEO Stellantis, Carlos Tavares, usai peluncuran Ram 1500 yang kurang sukses dan masalah harga tinggi yang memengaruhi penjualan.

Solusi di Depan Mata

Meski sempat mengalami penurunan, penjualan kini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Fokusnya beralih ke pelanggan ritel di AS, meskipun harus mengorbankan segmen penjualan armada, terutama ke perusahaan rental. Langkah ini membuahkan hasil dengan peningkatan penjualan ritel sebesar 16% di kuartal pertama, dan diperkirakan mencapai 40% di kuartal kedua, meski penjualan armada rental anjlok hingga 90%.

Kehilangan Ram Classic memang berdampak pada penjualan, namun ada rencana untuk menghidupkannya kembali. Pun demikian, harapan akan kembalinya truk seharga $40.000 harus dihapuskan. Dengan regulasi dan teknologi yang dibutuhkan saat ini, membuat truk besar yang murah menjadi tantangan tersendiri. Ram 1500 tahun 2026 mendekati harga Classic lama, dimulai dari $44.495. Kuniskis juga mengungkapkan bahwa ada 25 pengumuman terkait produk yang akan datang.

EV Akan Hadir Tepat Waktu

Produksi EV memang mengalami penundaan. Produksi Ramcharger direncanakan dimulai akhir tahun ini, sementara kendaraan listrik REV diharapkan hadir selambat-lambatnya musim panas 2027. Meski terdapat penundaan, komitmen Ram terhadap elektrifikasi truk tetap tidak berubah. Penundaan ini memberikan kesempatan bagi Ram untuk mempelajari penerimaan pasar, mengingat harga yang terus meningkat dan tren permintaan yang cenderung menurun. Stellantis berupaya memperbaiki margin keuntungan produk ini dengan menunda tenggat waktu.

Meskipun jadwal peluncuran EV sedikit tertunda, Kuniskis menegaskan bahwa langkah ini sebenarnya mendukung strategi bisnis yang lebih baik. Ram bertekad menjadi yang pertama menawarkan EV jarak jauh (EREV) dengan Ramcharger, yang menggunakan mesin bensin hanya sebagai generator, bukan untuk menggerakkan roda.

Kesimpulan

Merek Ram tengah berusaha bangkit dengan berfokus pada peningkatan penjualan ritel dan pengenalan produk baru. Meski truk listrik mengalami penundaan, hal ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan strategi bisnis yang lebih menguntungkan. Ram tetap optimis menghadapi tantangan pasar, sembari menghadirkan inovasi produk yang tepat.

Demikianlah ulasan terkini mengenai transformasi Ram. Tetap ikuti perkembangan selanjutnya karena masih banyak kejutan menarik yang menanti. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Apa kata orang lain...

Belum ada komentar