Dalam proyek ini, Hernandez bekerja sama dengan Frank Stephenson, desainer asli dari P1, untuk mengubah mobil ini menjadi McLaren tercepat sepanjang masa, mereka menyebutnya "P1 Evo." Target mereka? Melebihi rekor kecepatan McLaren Speedtail yang mencapai 250 mph dengan menargetkan lebih dari 260 mph. Proyek ini direncanakan selesai pada 4 November 2025.
Sejauh ini, tim telah melepas baterai dan sistem penggerak hibrida dari P1, hanya mengandalkan mesin pembakaran internal, sehingga berat mobil berkurang sekitar 300 pon. Mesin V-8 3.8-liter twin-turbo diganti dengan mesin 4.0-liter twin-turbo yang lebih bertenaga. Mereka menggunakan manifold serat karbon dari McLaren Senna, serta melakukan modifikasi pada batang, piston, dan sistem katup sehingga putaran mesin dapat mencapai hingga 9.500 rpm. Transmisi dual-clutch tujuh percepatan tetap dipertahankan, namun koplingnya telah ditingkatkan untuk mendukung kinerja ekstra ini.
Tenaga mesin P1 Evo ini dirancang untuk menghasilkan lebih dari 1.400 hp dengan bahan bakar balap, hampir dua kali lipat dari tenaga asli P1.
Pada bagian eksterior, mobil ini menggunakan bodi serat karbon terbuka dengan fitur aerodinamika aktif di bagian depan dan belakang. Sayap belakangnya dapat naik hingga satu kaki dan dilengkapi dengan fungsi DRS serta rem udara. Beberapa rendering desain terbaru menampilkan scoop kap mesin yang lebih besar, ventilasi fender depan, dan fin bergaya LMP untuk mengoptimalkan aliran udara di atas sayap belakang. Hernandez menekankan bahwa sayap stok pada versi ini hanya sementara hingga desain final diselesaikan.
Setelah semua persiapan selesai, Hernandez berencana menguji kecepatan P1 Evo ini di landasan NASA di Cape Canaveral, Florida, dengan Ben Collins dari Top Gear sebagai pengemudinya. Kisah inspiratif ini dimulai dari pembelian mobil yang rusak akibat banjir di sebuah gudang di Florida hingga sekarang menjadi calon pemecah rekor.
Ringkasan: Artikel ini menggambarkan trasformasi McLaren P1 yang rusak akibat banjir menjadi calon pemecah rekor kecepatan. Berkat upaya YouTuber Freddy Hernandez dan desainer Frank Stephenson, mobil yang kini dinamai "P1 Evo" ini ditargetkan mampu melampaui kecepatan 260 mph. Proyek ambisius ini memadukan modifikasi mesin dan desain aerodinamis yang bertujuan untuk memecahkan rekor dunia.