Perubahan terbaru pada Kode Listrik Nasional (NEC) 2026 mungkin saja akan melarang pemasangan charger mobil listrik (EV) secara mandiri. Pernyataan yang agak membingungkan, yaitu "peralatan sistem transfer daya kendaraan listrik yang dipasang permanen harus diinstal oleh orang yang berkualifikasi," bisa ditafsirkan sebagai keharusan untuk dilakukan oleh tukang listrik berlisensi.
Tantangan dari Larangan Mandiri
Masalah Birokrasi
Melarang pemasangan secara mandiri belum tentu mencegah pemilik rumah melakukannya sendiri. Sebaliknya, hal ini bisa mendorong mereka untuk melakukan pemasangan tanpa izin. National Fire Protection Association (NFPA) akan segera mengadakan pemungutan suara untuk menghapus persyaratan tentang "orang yang berkualifikasi" ini. Jika usulan ini tidak lolos, maka bahasa tersebut akan menjadi bagian dari kode resmi.
Dukungan dari Industri
Beberapa perusahaan seperti Rivian dan asosiasi terkait mengkritik langkah ini. Mereka berpendapat bahwa ini bisa memperlambat proses perizinan yang tepat dan mendorong penyalahgunaan penggunaan outlet. Mereka menekankan pentingnya inspeksi serta perizinan lokal untuk mendukung keselamatan.
Jalur Alternatif
Karena belum ada persyaratan tentang "orang yang berkualifikasi" untuk pemasangan perangkat seperti pemanas air, pemilik rumah mungkin saja mengklaim bahwa penggunaan outlet untuk keperluan lain, kemudian menggunakan outlet tersebut untuk memasang charger EV setelah inspeksi.
Masalah GFCI
Perubahan lainnya mungkin mempengaruhi ketergantungan pengisian daya EV baik di rumah maupun di stasiun umum. Kebutuhan akan perangkat pengaman arus ground-fault (GFCI) dengan ambang batas lima miliamp pada sirkuit pengisian EV bisa menyebabkan "nuisance trips" atau pemutusan arus yang mengganggu.
Penolakan Terhadap GFCI
Usulan untuk menghapus penambahan ini juga didukung oleh Tesla, Rivian, dan aliansi otomotif lainnya, dengan alasan bahwa fitur ini bisa menyebabkan pemadaman yang tidak diperlukan.
Ringkasan: Perubahan pada Kode Listrik Nasional 2026 berpotensi menghalangi pemasangan charger EV secara mandiri dan menambahkan peraturan yang dapat mengganggu proses pengisian daya EV. Industri otomotif mendukung peninjauan kembali terhadap dua perubahan ini untuk memastikan keamanan dan efisiensi dalam perkembangan infrastruktur pengisian daya.