Nio, merek otomotif asal Tiongkok yang didirikan pada tahun 2014, sudah memiliki lebih dari 3.200 stasiun swap yang hampir setara dengan jaringan Supercharger Tesla. Bersama CATL, Nio mengembangkan baterai yang bisa dengan mudah ditukar. Stasiun ini sangat bermanfaat bagi taksi dan kendaraan komersial, terutama yang menggunakan baterai tipe Choco-Swap dari CATL, yang memungkinkan pemasangan berganda.
Nio dan CATL hanya membutuhkan tiga tempat parkir untuk setiap stasiun, sehingga proses swap dapat berjalan dengan cepat. Baterai di stasiun tersebut diisi hingga lebih dari 90% dengan kecepatan sedang. Desain stasiun memungkinkan operasional dalam waktu 4-5 jam.
Dengan penjualan lebih dari 700 ribu mobil, ketersediaan baterai swap telah mencapai 6-7% dari total kendaraan yang ada di jalan. Selama periode perjalanan tinggi seperti Tahun Baru Imlek, Nio menawarkan insentif kepada pemilik baterai besar untuk menukarnya dengan yang lebih kecil, guna mengakomodasi para pelancong.
Proses swap di Nio hanya memerlukan waktu kurang dari tiga menit. Sebelum tiba, sistem navigasi mobil akan mencarikan slot swap dan menyesuaikan suhu baterai pengganti. CATL menyatakan bahwa solusi swap mereka mampu mengganti baterai hanya dalam 100 detik.
1. Lebih Cepat: Penggantian baterai memungkinkan jarak tempuh besar dalam waktu singkat, lebih cepat daripada pengisian daya cepat.
2. Lebih Murah: Menghemat biaya kendaraan dan menawarkan opsi sewa baterai, serta mengurangi kebutuhan infrastruktur pengisian daya.
3. Lebih Ramah Lingkungan: Baterai swap memiliki daya tahan lama dan umur pakai yang panjang, sehingga mengurangi dampak lingkungan.
Pengalaman di Shanghai menunjukkan bahwa industri otomotif Tiongkok berada jauh di depan dalam hal ini. Untuk bersaing secara global, kolaborasi antara industri otomotif dan energi dalam ekosistem swap baterai bisa menjadi solusi untuk mempercepat adopsi EV dan mengatasi kekhawatiran terkait baterai.
Ringkasan: Swap baterai menawarkan solusi cepat, hemat biaya, dan ramah lingkungan untuk tantangan pengisian daya EV, dengan China memimpin implementasinya. Kolaborasi antara produsen mobil dan industri energi dapat mempercepat adopsi secara global.