Menurut Dr. Mike Reichelt, kepala divisi BMW Neue Klasse, penggemar setia M3 mungkin masih ragu untuk sepenuhnya beralih ke listrik. Namun, BMW optimis bahwa M3 listrik ini akan menarik perhatian segmen baru. Versi listrik tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang berbeda dengan teknologi mesin kendali canggih bernama Heart of Joy.
Unit kontrol Heart of Joy diklaim mampu memproses informasi hingga sepuluh kali lebih cepat dibandingkan sistem sebelumnya. Teknologi ini tengah diuji dalam rig Vision Driving Experience yang dapat menghasilkan torsi sebesar 13.268 lb ft. Teknologi ini membantu meningkatkan respons mobil dalam berbagai kondisi cuaca, dari salju hingga es.
Reichelt mengungkapkan bahwa performa yang ditawarkan oleh EV tidak lagi hanya soal kecepatan akselerasi, melainkan lebih pada dinamika berkendara yang presisi. Pengemudi tidak perlu lagi melakukan banyak koreksi saat melewati tikungan tajam.
Kedua versi M3 akan berbagi desain dan fitur digital yang sama. BMW konsisten dengan pendekatan ini, mengikuti langkah-langkah desain seragam pada seluruh jajaran model Neue Klasse. Adrian van Hooydonk, direktur desain BMW, menekankan pentingnya mengembangkan bahasa desain tanpa sepenuhnya bergantung pada nostalgia.
Baik versi listrik maupun bensin dari M3 baru ini akan tampak serupa dan menawarkan fitur teknologi yang sama, bahkan mungkin suara sintetis pun akan serupa. Ini bisa menjadi langkah awal transisi yang lembut dari mesin pembakaran internal ke kendaraan listrik.
Ringkasan: BMW akan memperkenalkan M3 terbaru dalam versi listrik dan mesin bensin enam silinder. M3 listrik ini akan dilengkapi dengan teknologi canggih Heart of Joy untuk respons berkendara yang optimal. Kedua versi akan berbagi desain dan fitur digital yang konsisten, menawarkan transisi mulus bagi para penggemar otomotif.