Kisah ini berakar dari kecintaan Nic pada Morris Minor milik ibunya. Mobil ini digerakkan oleh mesin V8 turbocharged dan nitrous, yang mampu menghasilkan daya 550 bhp. Nic pertama kali dikenal di Shelsley Walsh pada tahun 1986, hampir menyamai waktu juara dunia Reli, Hannu Mikkola.
Nic memiliki ambisi besar untuk membangun mobil yang mampu menghasilkan daya mekanik tinggi dengan pusat gravitasi rendah. Mobil ini dilengkapi dengan sistem all-wheel drive, flat floor, dan sayap besar. Berkat dana yang diperoleh dari penjualan Morris, Nic memulai proyek Mannic Beattie dan menciptakan sebuah karya otomotif yang unik serta kompetitif.
Mannic Beattie ditenagai oleh mesin 1,7 liter Cosworth BDT yang mampu menghasilkan 400 bhp. Nic menambahkan turbin gas untuk menghilangkan lag, memungkinkan peningkatan output hingga 600 bhp tanpa keterlambatan respons, berkat kerja terpisah turbin gas dari mesin utama.
Transmisi Ford Sierra XR4x4, serta suspensi dari merek-merek ternama seperti VW Golf GTI dan Ralt, menjadi bagian penting dari desain ini. Keakuratan desain aerodinamisnya didukung oleh mantan ahli aerodinamika F1, Willem Toet, yang membantu menghasilkan downforce lebih dari berat mobil itu sendiri saat melaju pada kecepatan tinggi.
Mannic Beattie bukan sekadar mobil; ini adalah perpaduan sempurna antara inovasi, keahlian, dan cinta pada otomotif. Kini, di usia 73 tahun, Nic masih berjuang untuk memecahkan rekor baru. Ia berharap dapat mewariskan mahakarya ini kepada seseorang yang memiliki dedikasi serupa.
Ringkasan: Artikel ini mengajak Anda menjelajahi penciptaan Mannic Beattie, sebuah mobil pendaki bukit dengan mesin jet yang unik, hasil karya Nic Mann. Desain dan teknologinya terinspirasi dari pengalaman serta inovasi Nic, menciptakan pengalaman mengemudi yang tiada tanding.